Pemeriksa Versi TLS
Detail teknis
Cara Kerja TLS Checker
Apa yang Dilakukan Alat Ini
TLS Checker memeriksa konfigurasi TLS sebuah hostname dengan mencoba koneksi pada setiap versi protokol (TLS 1.0, 1.1, 1.2, dan 1.3) dan melaporkan versi mana yang didukung. Alat ini juga mengambil detail sertifikat X.509 server termasuk subject, issuer, tanggal masa berlaku, SAN, dan ukuran kunci. Pemeriksaan berjalan melalui API sisi server untuk menghindari pembatasan keamanan browser terhadap akses soket TLS mentah.
Kasus Penggunaan Umum untuk Developer
Engineer DevOps menggunakan TLS checker untuk memverifikasi bahwa protokol yang sudah usang (TLS 1.0/1.1) dinonaktifkan setelah perubahan konfigurasi, sehingga memastikan kepatuhan PCI-DSS. Developer men-debug masalah rantai sertifikat, memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum perpanjangan, dan memastikan sertifikat wildcard atau SAN mencakup semua subdomain yang diperlukan. Auditor keamanan memindai endpoint untuk mengidentifikasi dukungan protokol yang lemah yang dapat mengekspos layanan terhadap serangan downgrade seperti POODLE atau BEAST.
Format Data, Tipe, atau Varian
Versi TLS berkisar dari 1.0 (1999, usang) hingga 1.1 (2006, usang) lalu 1.2 (2008, didukung luas) dan 1.3 (2018, paling cepat dan paling aman). Informasi sertifikat mencakup Common Name pada subject dan Subject Alternative Names (SAN), rantai issuer, jenis dan ukuran kunci RSA/ECDSA, algoritma tanda tangan, serta stempel waktu validitas not-before/not-after. Hasil menunjukkan apakah handshake setiap versi protokol berhasil atau ditolak oleh server.
Kesalahan Umum dan Kasus Tepi
CDN dan load balancer dapat menyajikan sertifikat atau konfigurasi TLS yang berbeda dari server origin, jadi selalu uji endpoint sebenarnya yang dihubungi pengguna Anda. SNI (Server Name Indication) diperlukan untuk host yang menyajikan beberapa sertifikat pada satu IP — pengujian hanya berdasarkan alamat IP dapat mengembalikan sertifikat yang salah. Beberapa server menggunakan proxy terminasi TLS di mana proxy mendukung TLS 1.3 tetapi backend hanya berbicara 1.2, sehingga memberi kesan menyesatkan tentang postur keamanan seluruh rantai.
Kapan Menggunakan Alat Ini vs Kode
Gunakan alat browser ini untuk pemeriksaan cepat ad-hoc pada endpoint individual saat respons insiden, verifikasi perpanjangan sertifikat, atau spot-check kepatuhan. Untuk pemantauan berkelanjutan konfigurasi TLS di banyak endpoint, gunakan alat khusus seperti testssl.sh, sslyze, atau layanan pemantauan sertifikat berbasis cloud yang menyediakan peringatan, pelacakan historis, dan jadwal pemindaian otomatis.